Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Peneliti Balingtan Sebagai Narasumber Virtual Literacy “Sayangi Bumi Dengan Pertanian Ramah Lingkungan”

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 
 
       

Berita Balingtan - Pustaka Kementerian Pertanian memperingati hari bumi 22 april 2021 dengan menggelar acara virtual literacy bertema “sayangi bumi dengan pertanian ramah lingkungan”. Acara tersebut dihadiri oleh lebih dari 500 peserta secara virtual yang terdiri dari peneliti, akademisi dan petani.  sektor pertanian menjadi penopang ekonomi dan menjadi sektor penting dalam memenuhi kebuthan pangan masyarakat. Namun disisi lain, pertanian juga dapat menghasilkan cemaran yang berbahaya bagi lingkungan, seperti Gas Rumah Kaca (GRK), logam berat, dan residu pestisida. Untuk meminimalisir hal tersebut, diperlukan konsep pertanian ramah lingkungan.  Dalam acara tersebut Peneliti balingtan Bapak Sukarjo, STP., MP. berkesempatan menjadi salah satu narasumber yang menyampaikan materi tentang pertanian ramah lingkungan. Balingtan merupakan Balai Penelitian Lingkungan Pertanian yang salah satu fungsinya adalah melaksanakan penelitian komponen teknologi budidaya pertanian ramah lingkungan.

Sukarjo menjelaskan bahwa pertanian ramah lingkungan adalah pertanian yang menerapkan teknologi yang serasi dan selaras dengan lingkungan, dengan melakukan optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam dan mengelola seluruh sumber daya pertanian dengan memberikan input pertanian secara bijak, berdasarkan inovasi teknologi dengan tujuan mendapatkan produksi yang tinggi, aman dan berkelanjutan, menjaga kelestarian lingkungan dan sumber daya alam pertanian. Pertanian ramah lingkungan seringkali disamakan dengan pertanian organik, namun keduanya sebenarnnya memiliki perbedaan,” ungkap Sukarjo.  Pertanian ramah lingkungan belum tentu organik, pertanian organik harus memiliki sertifikasi sehingga pertanian organik sudah pasti ramah lingkungan. Pada pertanian ramah lingkungan masih diperbolehkan menggunakan pupuk dan pestisida kimia, namun penggunaanya dibatasi atau diminimalisasi dengan menggunakan teknologi pertanian yang tepat. Dalam kesempatan tersebut Sukarjo juga menjelaskan teknologi-teknologi  hasil penelitian Balingtan yang mendukung pertanian ramah lingkungan seperti  FIO (Filter Inlet Outlet), Biopestisida, Pupuk Organik Cair, dan Biokompos (Biochar + Kompos), serta penerapan Sistem Integrasi Ternak Terpadu (SITT) di Kebun Percobaan Balingtan yang menggunakan konsep Zero Waste Agriculture. Balingtan akan terus mendukung pertanian ramah lingkungan demi bumi yang lebih baik. (Admin Balingtan)

Medsos Facebook